BAB 1 (Pertemuan yang Tak Disangka)

Mentari menyinari kamar Shakila yang gelap.Jam weker gambar doraemon menunjukkan pukul 07.40, Shakila membuka matanya dan melihat jam weker kesayangannya.

“Astaghfirullah,aku terlambat.Ya Allah…………..gara-gara keasyikan nonton anime nih,salah dosennya killer.Cepetan deh.”Teriak Shakila.Shakila mandi dan memakai baju kesayangannya,hem lengan panjang warna merah dengan celana kain warna navy blue.Penampilan Shakila sekarang rambutnya diikat ekor kuda biar gak ribet katanya Mama.Lalu,Shakila turun mengambil bekal yang sudah disiapkan mamanya.

”Mama paling brangkat ke kantor lagi”kata Shakila dalam hati.

Langsung dengan kecepatan kuda,Shakila berlari menuju kampusnya melupakan sarapannya karena jam menunjukkan pukul 07.50.Rumah Shakila dekat dengan kampusnya yaitu Universitas Gadjah Mada .Ia langsung melewati mahasiswa lain yang sedang bergerombol memenuhi pintu masuk kampus.

”Ada apa nih?”Tanya Shakila dalam hati.Ia hiraukan pertanyaaan itu sebab kelasnya akan dimulai.Shakila tak sadar kalau ia akan menabrak seorang cowok di depannya.Dan…..terjadilah insiden tabrakan.Shakila mendarat di atas tubuh pria tersebut.Pria itu melihatnya dengan heran.Otomatis pipinya “blushing” dan langsung menghindar dari tubuh dari pria tersebut.

”Maafin aku tadi,soalnya aku buru-buru tadi.”Ucap Shakila.

Pria itu mengulurkan tangannya.Shakila bingung akan diapakan tangan pria itu.Pria itu memberikan kode kalau ia ingin tau nama Shakila.

”Oh iya,sorry tadi gak tahu maksudmu.Namaku Shakila Syafiqah Rayya.Bisa dipanggil Rayya atau Aya.”kenal Shakila kepada pria itu.

”Oh,aku Syauqi Ahmadi,panggil aja Syauqi.”jawab Syauqi dengan nada datar lalu meninggalkan Shakila dengan ekspresi yang tak bisa diungkapkan.

”Itu anak kenapa ya?Dingin banget.Ya Allah,Aku telat nih.”Shakila langsung menuju fakultasnya yaitu Fakultas Psikologi. Sesampainya di kelas,ia tidak melihat ada dosen yang datang.Teman-temannya malah asyik dengan dunia mereka sendiri.

”Eh,mana si dosen killer?”tanya Shakila pada Poppy,teman sekelasnya.

”Matkulnya gak ada,jadi pagi ini kita free.Tadi pagi udah dichat di grup kita.”jawab Poppy dengan enteng.

”Kok aku gak dikasih tau?”tanya Shakila.

“Palingan kamu gak buka WA semalem.”jawab Poppy.Benar juga,Shakila tidak pernah buka Hpnya saat nonton anime.Mottonya “Don’t disturb me when I watch anime”.Dengan lesunya Shakila keluar dari kelasnya menuju kantin karena perutnya lapar.Sesampainya disana,Shakila bertemu dengan sahabatnya yaitu Nabiha,Afifah, dan Nadira sedang mengobrol dengan serunya.Shakila pergi ke Warung Pak Abbas,penjual bubur langganan Shakila.

”Pak,biasa pesenan saya.”kata Shakila.

”Siap neng geulis.”kata Pak Abbas.Shakila menghampiri sahabat-sahabatnya di meja kantin.

”Hay everybody,Princess Aya datang menemui para pelayannya.”kata Shakila dengan gaya “alaynya.”

”Apaan sih?Princess darimananya?Gaje banget kamu Aya.”kata Nabiha,sahabatnya yang paling pendek.

”Biarin dah,gini-gini aku kan anak psikologi,jadi tau mana yang jujur dan mana yang bohong.”Bela Shakila.

”Yaelah,kan kamu,Nabiha,sama Nadira kan sama-sama anak psikologi.Gimana sih?”Ucap Afifah,sahabat yang alim (kata mak dan bapaknya).

”Bener juga sih,tapi kelas kita bertiga tuh beda.”Jelas Nadira,sahabatnya yang paling konyol.

”Iya nih,maklum anak kedokteran lupa sama sahabatnya,yang diinget tuh cuma jenis-jenis kanker,anatomi tubuh,sama apalagi dah ya………………lupa aku dah.”Canda Shakila.

”Ya…. tidak seperti itu juga, kan. Aku masih inget sama kalian.Dikira aku tidak ingat kalian?Amnesia berarti itu namanya.”Jelas Afifah.Keasyikan berbicara tak sadar kalau Pak Abbas  sudah mengantarkan pesanan Shakila ke meja mereka.

”Ini neng geulis buburnya.”kata Pak Abbas.

”Iya,makasih pak.”Ucap Shakila.Pak Abbas mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka.Saat mereka makan sambil berbincang-bincang,Rafif datang dan mengageti Nabiha.

”Nabnab cintaku yang paling terbest,Lagi apa nih cayangku?”Ucap Rafif.

”Apaan sih Apip,bikin orang jantungan aja nih,nanti bikin orang serangan jantung terus nanti ya………”Jelas Afifah tapi dipotong Nadira.

”Udah,jangan bacot kamu Fa,kamu kalo masalah kayak gitu jelasinnya sampe dhuhur belum kelar.”

”Apaan sih Melmel sama Puput,aku tuh ngomongnya sama Nabnabku,jangan ganggu hubungan kita!Ya kan Kikil?”Ucap Rafif dengan pedenya.

”Sejak kapan aku punya hubungan sama kamu Rafif anaknya Syaiton.”Ucap Nabiha jengah.

”Lagian tuh namaku tuh Shakila,bukan kikil.Mang aku tuh kikilnya bakso?”Jelas Shakila.

”Serah aku,kan suka-suka aku,iya kan Nabnab?”tanya Rafif.

”Serah kamu dah”jawab Nabiha dengan datar.Lalu,datanglah 3 cowok yang menurut Shakila sih biasa-biasa aja,tapi kok wajah pria itu gak asing bagi Shakila?Siapa ya?

  ******************************

            Aku nglihat si Rafif sama kumpulan cewek-cewek.Lalu aku pergi ke sana dan papasan dengan sahabatku yaitu Arfan,Arvino, dan Fariz.Langsung tuh pingin kutonjok mukanya.Tapi……………..muka cewek itu,kayak kenal.Siapa ya?Oh…..aku tau,dia yang tadi nabrak aku ,padahal udah tau aku lagi jalan menikmati kampus.Langsung saja Aku bersama ketiga sahabatku pergi kesana dan langsung melabrak Rafif.

”Ngapain loe kesini?Ngapel?Pas gue lagi butuh loe.”tanyaku.

”Iya dong,ngapel sama Nabnabku dong,Qiqi.”Jawab Rafif.

”Kebiasaan banget Rafif ngubah-ubah nama orang,gak boleh gitu Afif, kan gak……………….”jelas Fariz yang terpotong dengan teriakan Shakila.

”AHA?! kamu yang tadi pagi itu kan ya?Aku baru inget.”Kata Shakila sambil menunjuk Syauqi.

”Siapa yang nunjuk Syauqi?”tanya Arvino.

“Oh,palingan si Kikil yang paling killer diantara cewek-cewek ini.”terang Rafif.

”Oh,kamu yang tadi nabrak aku?Sorry gak inget namamu.”jawab Syauqi.

”Eh,eh,itu cowok yang kamu tabrak?Kayaknya aku tau dia.Dia anak fakultas Manajemen sama si cowok yang kacamataan.Kliatannya mereka “dingin” gitu”.jelas Nadira.

“Memangnya mereka namanya siapa, ya?Aya tahu tidak? Menurutku yang cowok yang mukanya alim itu mah tipeku banget.”Ungkap Afifah.

”Oh,kalo yang mukanya alim itu namanya Fariz,dia itu ketua BEM disini plus dia itu temenku pas SMA.Kalo yang aku tunjuk itu namanya Syauqi,yang ku tabrak tadi pagi itu loh.Kalo yang kacamataan itu aku gak kenal.”jelas Shakila.

”Oh.”jawab Afifah singkat.

”Oh doang?Nyebelin kamu Afi,ya kamu jawab apa kek gitu,ini malah ngomong oh doang.Btw,yang kacamataan itu namanya Arfan dan kalo yang mukanya kayak orang jelek itu namanya Arvino.Biasa,dia tuh mantannya Nadira.”jelas Nabiha.

”APA?! Nadira udah punya mantan?tanya Shakila dan Afifah bersamaan.

”DIEM KALIAN BERDUA!”balas Nadira.Aku dan keempat sahabatku hanya menyaksikan kekonyolan dari 4 sahabat tersebut.Hanya saja,saat ku menoleh ke arah Arvino,mukanya berubah menjadi sebuah rasa penyesalan.Jadi benar ya rumor itu.Entah mengapa,melihat muka Shakila,suasana hatiku yang mulanya badmood jadi tentram.Lah,sejak kapan aku jadi “baper”?Aneh deh.”Lamunku.Tanpa sadar,Arfan juga melihat perubahanku dan melihat sekilas sosok Shakila dengan tatapan “dinginnya”.

  ******************************************

            Saat aku menoleh kearah Syauqi,dia ngelihat cewek itu deh.Napa ya?Sejak kapan Syauqi jadi “baper”?Bener-bener deh.Tapi,kalau diliat baik-baik,Shakila tuh periang banget deh.Eh,sejak  kapan aku kayak Syauqi?Dasar Arfan bodoh.Jaga imagemu sebagai “cowok kutub” biar kayak Syauqi,gak ada yang berani deketin aku.

”Gue mau ke Pak Guntur dulu,coy.”pamitku.”Ok bro,besok kita ke Malioboro bareng sama Syauqi.Sekalian refreshing.”kata Arvino.

”Eh,tunggu.”kata Shakila menghentikanku.

”Sekalian aku mau ke Pak Guntur minta tugas hari ini.”ucap Shakila.

Aku bersama cewek ini lagi.Hah,sebenarnya…………..

<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< 

            Saat itu aku sedang membaca buku kesukaaanku,apalagi kalau bukan tentang manajemen.Bisa dibilang,aku meneruskan perusahaan milik ayahku yaitu “Miyaz Group”.Udaranya menenangkan hati,yah bisa dibilang aku saat ini badmood karena kakakku,Reyhan.Dia membuatku harus menguras emosiku hanya karena hal sepele,yaitu berebut bekal makanan.Dengan terpaksa,aku tak membawa bekal makan siangku.Hah,sial sekali hidupku.Pada saat itu juga,aku menemukan sebuah kotak makan siang yang tertinggal di kursi taman.

“Pucuk dicinta,ulam pun tiba.Kira-kira punya siapa ini ya?”tanyaku dalam hati.

Saat kulihat,motifnya anime deh,kentara paling punya cowok.Saat kuambil,seseorang berkata

“Hey,itu milikku.Kamu pencuri ya?”

“Suaranya kayak cewek,tapi siapa ya?”tanyaku dalam hati.Lalu,Aku menoleh dan melihat seorang cewek yang menurutku pendek sih kalau dari pengukuranku.

“Memang ini kotak makanmu?”tanyaku.

“Yaps,itu milikku.”jawab cewek tersebut.

“Kamu suka anime?Oh ya,bolehkah aku meminta makan siangmu?”pintaku.Duh,bodohnya kau,Ar.Malah minta bekalnya gara-gara perutku minta demo untuk diberi asupan.Malunya aku.Nanti gak dikasih asupan,mati aku.

“Aku suka anime,yang genrenya romance,drama,dan lain-lain,kecuali thiller dan horor.Kalau untuk makan siang sih,boleh kok.Lagian mamaku buatnya banyak kok.Oh ya,kamu siapa?Namaku Shakila Syafiqah Rayya,biasa dipanggil Aya.”Izin Shakila.

“Aku Arfan Miyaz.”Kenalku.

“Oh,yaudah yuk makan nih.”tawar Shakila.

“Makasih ya,maaf ngrepotin kamu.”Ucapku.Alhamdulillah,rezeki anak sholeh.Makasih Ya Allah.

“Sama-sama,gak kok,malahan aku senang ada yang makan bareng aku.”jawab Shakila dengan senyumnya yang khas.

Entahlah,ada sesuatu dengan senyumnya itu.Rasanya hati ini tentram dengan senyumnya.Aih,ada apa denganku?Gila banget aku “baper” gara-gara dia.Langit mendukung untuk beraktivitas dan saaat itu juga aku tiba-tiba malas masuk ke kelas.

“Apa kau ingin ke atap kampus?”tawarku.Shakila yang sedang memakan makanannya dengan lahap menoleh.Seketika tawa terdengar dariku karena di mulut Shakila ada bekas blepotan.

“Napa sih?Aneh deh!”seru Shakila.

“Itu tuh,mukamu blepotan.Hahahahahahahabwahahahahaha.”tawaku.

“Bilang napa dari tadi.Muka incess Aya jadi kotor deh.”ucap Shakila.

“Alay banget sih.Sini ku bersihin.”tawarku.Lalu,Arfan memberi tisu dan membersihkan mulut Shakila.Tau akan ada feel tak enak,Shakila langsung mengambil tisu yang dipegang Arfan.

“Biar aku aja.”sangkal Shakila.

Aku merasa bersalah dan disamping itu,pipiku berubah seperti kepiting rebus.Kulirik cewek itu,dan sikap dia biasa saja,tapi aku melihat sedikit semburat merah di pipinya.Ingin ku cubit pipinya.Eh,kok jadi gini?Sadarlah diri Ar.Aku menepuk pipiku berkali-kali dan dilihat oleh Shakila.

“Kamu kenapa sih?”tanya Shakila.

“Gak pa-pa,gimana?Mau ke atap gak?”tawarku.

“Iya deh.Ayo sekarang aja.”kata Shakila

Ni anak kayaknya suka banget bolos.Masa bodoh ah,mending bolos bareng dia aja.Dan kami pun menghabiskan waktu di atap kampus.

  >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 

Ketemu anak ini,membuatku agak bingung.Karena dia memberiku “dorongan emosi” yang tak pernah kupikirkan.Hah,aneh banget kalau aku bisa “baper” gara-gara dia.

…………………………………

Dewi rembulan menemani malam Shakila yang sedang kebingungan.Banyak hal yang menurut Shakila agak “membingungkan”.Tadi saja Shakila dijemput oleh Rafif.Entah ada syaiton apa yang merasuki Rafif sehingga mengajaknya ke tempat angkringan Pak Bejo yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya.Shakila merasa Rafif mau curhat jika dilihat dari raut wajahnya yang kusut kayak baju yang belum disetrika.Setelah sampai ke angkringan tersebut,kami berdua memesan pisang goreng dan teh hangat.Tak ada yang memulai pembicaraan setelah Rafif memulainya.

“Kikil,ada gak cowok yang kamu sukai?”tanya Rafif

“Gak ada,mang kenapa?”jawab Shakila

“Gak apa-apa sih.Cuma kamu tau gak kalo aku suka sama Nabiha?”tanya Rafif

“Tumben kamu panggil Nabiha?Biasanya kamu panggil Nabnab.Apa yang terjadi?Kamu kerasukan Syaitonnya di angkringan ini ya?”tanya Shakila

“Ye,biarin dah.Lagian tuh aku bimbang mau mihak siapa?Ada Nabiha yang selalu menungguku.Disisi lain Arvino kayaknya suka sama Nabiha.Gimana nih Kikil?”aku Rafif.Jujur saja,Shakila bingung harus bagaimana,toh dia masih single.

“Mana aku tahu,biar Nabiha yang tentuin.Lagian Nabiha gak suka sama kalian berdua soalnya kalian tuh “Playboy” kelas kakap.”Jelas Shakila

“Aku gak gitu Kil,aku tuh setia.”bela Rafif

“Iyain dah.Pokoknya kalau ada apa-apa sama Nabiha,ku penyet kau jadi tempe.”ancam Shakila.

“Ok dah.Eh,pesenan kita udah dateng.”jawab Rafif

Terlalu lama mengobrol,pesanan mereka datang dan mereka langsung makan.Setelah makan,mereka membayar makanan mereka dan Rafif mengantar Shakila sampai ke rumahnya.

“Makasih lo,Fif.”kata Shakila

“Sama-sama,aku pulang dulu.”jawab Rafif

Shakila masuk ke rumah dan mencium bau sedap dari arah dapur.

“Pasti mama sudah datang”ucap Shakila dalam hati

“Kila,ayo makan,jangan bengong aja.Nanti kesambet syaiton rumah loh.”wanti Mama Shakila

“Iya ma,assalamualaikum.”jawab Shakila

“Waalaikumsalam.Cepetan sana makan baru mandi dulu.Badanmu tuh bau banget kayak bangkai tikus.”titah Mama Shakila

“Yang bener mandi baru makan Ma.”jawab Shakila.

“Terserah kamu.Udah cepetan,ada sahabat Mama yang mau datang.Namanya Tante Soraya dan Tante Rifa.”jawab Mama Shakila.

“Iya ma.”kata Shakila.

Shakila naik ke atas menuju kamarnya yang pintunya ditulisi”Yang gak ketuk pintu nanti kena karma” yang bernuansa merah karena dia menyukai warna merah.Shakila menaruh tas dan buku-bukunya di meja belajar dan bersiap-siap mandi.Ia menyanyi dengan keras sekali sampai ke ruang tamu.

“Ayo turun Kila,ada teman mama disini jangan nyanyi mulu.Mama tahu kalo nyanyi kamu tuh bagus.”titah mamanya

“Duh,mama sih ganggu aku nyanyi aja”jawab Shakila dalam hati

Daripada kena “karma” dari mamanya,Shakila cepat-cepat ganti baju dan tidak sadar baju yang ia kenakan.Ia langsung berlari turun dan tak sadar jatuh saat tersandung kakinya sendiri.Shakila jatuh telungkup dan tak sadar membuat pipinya “blushing”.Bagaimana tidak  jika yang datang itu teman mamanya beserta 2 anak cowoknya yang Shakila kenal.

***************************************

PROLOG

“Apa………apaan semua ini Syauqi?” isak Shakila melihat Syauqi bersama Raina,tunangan Syauqi.

“Gini Kila,sebenarnya…………………..”jelas Syauqi tetapi dipotong oleh Raina.

“Gua tunangannya Syauqi.”Jelas Raina to the point.

Bak ombak menghantam kapal secara tiba-tiba,seketika itu juga Shakila menangis mengetahui fakta tersebut.Dalam diri Syauqi,ia ingin sekali membungkam mulut gadis yang menyandang sebagai tunangannya.Di mana bintang menghiasi malam dengan indahnya,keadaan hati Shakila hancur tak tersisa.

Pada saat itu juga,Arfan menonjok muka tak berdosa Syauqi sampai bekas bogeman milik Arfan membekas di kulit pipi Syauqi.

“Loe apaan sih?Gua baru tau kalo loe tuh pria yang tak bertanggung jawab sekali.Loe buat Rayya sakit hati tau gak!!!Loe tuh gak tau terima kasih banget sama Rayya.Loe udah dingin banget sama dia,dia masih aja setia sama loe.Gue gak nyangka loe kayak gitu.”Tegas Arfan.

Syauqi mengelus pipinya yang bengkak.Tak terima,Raina ingin menampar Arfan,tapi ditahan oleh Shakila.

“Apa benar semua yang kamu katakan?”tanya Shakila sambil menahan isaknya.

“Itu emang bener,jadi mulai sekarang jauhi Syauqi.”Tegas Raina

“Itu……………………….”perkataan Shakila dipotong Arfan.

“Ok.Rayya bakal jauhi kalian mulai sekarang.Aya,emang sekarang bukan waktu yang tepat buat ngungkapin ini.Sebenarnya aku udah sudah suka sama kamu sejak kamu jadian sama Syauqi.Entah kenapa aku kepikiran kamu terus kalo kamu sama Syauqi.Bisa gak aku gantiin posisi Syauqi di hatimu?”Ungkap Arfan dengan serius.

Seketika pikiranku masih “loading” dengan ungkapan dari Arfan.Ini bukan mimpi kan?Ku cubit pipi dan ternyata sakit.Benar-benar nyata.Hatiku bingung memilih siapa.Pilih Syauqi atau Arfan?Pusing sekali kepalaku menerima kabar sial dan kabar beruntung secara bersamaan.

Triangle Dead Love Couple

1. Shakila Syafiqah Rayya (cewek yang “agak” cerewet dan setia terhadap sesuatu)

2. Syauqi Ahmadi (cowok “dingin” bagian luar dan anti dengan “cewek cerewet”)

3. Raina Nura Maliha (cewek “bermuka dua” dan merupakan tunangan Syauqi)

4. Afifah Azka Amelia (cewek yang sabar dan kadang² konyol sekali dengan temen²nya)

5. Nabiha Mariya (Biasa dipanggi “Nabnab” sm Rafif dan cewek pendiem klu gk ada si Nadira)

6. Arvino Nazril (Merupakan mantan dari si Nadira dan kadang² sifatnya kekanak-kanak,sahabat dari Syauqi)

7. Nadira Ashfara Putri (Cewek yg “playgirl” dan orang yg paling konyol)

8. Raffasya Rafif Ashari (Cowok yang paling suka godain Nabiha,sahabat dari Syauqi,dan cowok paling nyebelin menurut Nabiha)

9.Athafariz Xavier Faeyza (cowok paling alim dan cowok yg disukai Afifah,Ketua BEM dan sahabat dari Syauqi lagi😁)

10.Arfan Miyaz (Cowok “dingin” yang akan Shakila sukai saat ditinggal Syauqi “sementara waktu” and sahabat dari Syauqi)

SINOPSIS

“Disaat kuingin melepasmu, mengapa kau masih berani menunjukkan wajah tanpa

dosamu

Setelah apa yang kau lakukan? Saat itu juga orang lain telah mengisi lubang hati ini. Manakah yang harus ku pilih? Syauqi atau Arfan? Mereka terlalu subhanallah untuk diriku yang astaghfirullah.”

*Shakila Syafiqah Rayya*

“Saat itu, aku terlalu cuek kepadamu bukan karena membencimu, hanya saja

aku merasa terlalu miris melihat nasibmu saat pertama kali melihat air matamu

jatuh hanya karna diriku. Maafkan diriku ini, kuharapkan hatimu masih memilihku.”

*Syauqi Ahmadi*

“Kau itu memang menyebalkan, sampai-sampai membuatku “salting” setiap bertemu denganmu

Apaan aku sih? Kayak orang gak waras banget. Udah tau Rayya punya Syauqi, aku masih

Ngarep aja sama tuh cewek cerewet. Please,beri aku kepastian, pilih aku atau Syauqi?”

*Arfan Miyaz*

Saat itu, hatiku diambang kedilemaan. Saat hati ini tak menerima masa laluku, datanglah Arfan yang merupakan sahabat dari Syauqi dan dia memberikan cintanya kepadaku. Pada saat yang sama,kau datang dengan harapan yang sama.Aku takut sekali.Takut persahabatan mereka rusak hanya gara-gara aku.Saat itu juga,hatiku hancur seketika saat Syauqi bersama yang lain setelah memberikan harapan yang sama dengan sahabatnya.Manakah yang kupilih?Ya Allah,tolonglah hambamu dalam memilih pasangan hidup hambamu.

Inilah kisah yang dipenuhi intrik dan konflik yang terpatri dalam kehidupan sehari-hari dan dunia imajinasi sang pengarang yang menceritakan tentang seorang wanita bernama Shakila Syafiqah Rayya memiliki hubungan “dekat” dengan Syauqi Ahmadi,cowok dingin yang anti dengan cewek cerewet(Shakila juga termasuk kategori itu) dan pada saat itu juga,Arfan Miyaz,sahabat Syauqi juga memiliki perasaan dengan Shakila.Akan dibawa kemana hubungan segitiga “maut”?

Bagaimana Shakila menghadapi 2 kenyataan yang sangat membingungkannya?Masihkah Shakila memilih Syauqi atau memilih Arfan yang mulai menyukainya?